Home » Artikel » Blog » Raih Pahala Kebaikan dengan Berbagai Amalan Sedekah
Kisah Sedekah Pada Zaman Nabi Sulaiman

Raih Pahala Kebaikan dengan Berbagai Amalan Sedekah

Sedekah tidak hanya dengan harta

Umumnya orang seringkali membatasi makna sedekah dengan harta sehingga sebagian orang menganggap bahwa hanya dengan harta mereka sudah terhitung sedekah.

Padahal sedekah tidak hanya dengan harta saja, tetapi dengan macam-macam perbuatan baik yang pahalanya sama seperti pahala sedekah dengan harta.

Sebagaimana di jelaskan Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam dalam Haditsnya :

Dari Abu Dzar Radhiyallahu’anhu, Sesungguhnya beberapa sahabat Rasulullah mengadu kepada Rasulullah SAW dan mengatakan:

“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak. Mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka sedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya).

Rasulullah SAW bersabda, “Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir itu sedekah, setiap tasbih itu sedekah, setiap tahmid itu sedekah, setiap tahlil itu sedekah, amar ma’ruf nahi munkar juga sedekah dan pada setiap kemaluan kalian terdapat sedekah.”

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah jika seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya itu mendapatkan pahala?”

Beliau Bersabda: “Bagaimana pendapat kalian seandainya hal itu disalurkan pada jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Begitupula jika hal itu ditempatkan pada jalan yang halal, maka ia mendapatkan pahala.” (HR. Muslim)

Amalan-amalan yang terhitung Sedekah

Dari hadits di atas, Rasulullah menjelaskan bahwasanya sedekah tidak hanya bagi mereka yang memiliki harta saja. Tetapi dengan melakukan amalan kebaikan seperti mengucapkan Tasbih,Takbir,Tahmid,Tahlil dan melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar serta menjaga kemaluan merupakan amalan yang terhitung sedekah.

Amar Ma'ruf

Hal ini merupakan sikap bijaksana Rasulullah bahwasanya beliau tidak membedakan si kaya dan si miskin dalam hal sedekah. Ketika mereka yang memiliki kelebihan harta mengeluarkan sedekah dengan hartanya, adapun bagi mereka yang kekurangan harta mampu sedekah meski tidak dengan hartanya namun dapat sedekah melalui amalan-amalan kebaikan yang pahalanya sama seperti pahala sedekah.

Begitu banyak kemudahan yang Allah dan Rasulullah berikan kepada kita agar terus menerus melakukan amalan sedekah meski tidak melalui harta. Dengan demikian maka tiada lagi alasan bagi kita untuk tidak bersedekah setiap harinya.  Semoga Allah Ta’ala senantiasa mampukan kita untuk menunaikan amalan-amalan kebaikan demi meraih pahala untuk kehidupan akhirat nanti.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: