Home » Artikel » Blog » Kiat-kiat mudah menghafal Al Qur’an
Menghafal Al Qur'an

Kiat-kiat mudah menghafal Al Qur’an

 

Salah satu kenikmatan terbesar yang Allah karuniakan kepada hambaNya adalah ketika Allah memberinya kemudahan untuk menghafal Al Qur’an melalui lisannya. Allah Ta’ala menyatakan dalam firmanNya

فَاِنَّمَا يَسَّرْنٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ الْمُتَّقِيْنَ وَتُنْذِرَ بِهٖ قَوْمًا لُّدًّا

“Maka sungguh, telah Kami mudahkan (Al-Quran) itu dengan bahasamu (Muhammad), agar dengannya engkau dapat memberi kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar engkau dapat memberi peringatan kepada kaum yang membangkang.”  (QS. Maryam : 97)

Allah mengistimewakan penghafal Al Qur’an serta meninggikan derajat mereka di dunia dan di akhirat. Rasulullah SAW bersabda,

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya.”

Dalam Riwayat lain, Rasulullah dalam sabdanya menerangkan keutamaan penghafal Al Qur’an:

“Orang yang membaca Al-Quran sedangkan dia mahir melakukannya, kelak mendapat tempat di dalam Syurga bersama dengan rasul-rasul yang mulia lagi baik. Sedangkan orang yang membaca Al-Quran, tetapi dia tidak mahir, membacanya terbata-bata dan nampak agak berat lidahnya (belum lancar), dia akan mendapat dua pahala.” (Riwayat Bukhari & Muslim)

Seringkali ketika hendak menghafal Al Qur’an, kita mengalami berbagai macam kendala yang membuat semangat menghafal menjadi luntur. Maka di bawah ini beberapa kiat-kiat agar mudah menghafal Al Quran, Yuk Simak penjelasannya.

1. Memperbaiki Niat dalam menghafal Al Qur’an

Kiat-kiat menghafal Al quran

Niat menjadi kunci utama dalam melakukan suatu amalan. Oleh karena itu, dalam menghafal Al-Quran hendaknya selalu niatkan ikhlas untuk meraih ridho Allah dan menghindari diri dari sifat riya’ yang dapat menjadi racun sehingga merugikan penghafal Al-Quran.

“Sesungguhnya Allah tidak menerima suatu amal kecuali dengan keikhlasan dan mencari ridha Allah semata” (HR. An-nasa’i)

Karena menghafal Al-Quran merupakan ibadah yang mulia, maka harus disertai dengan niat ikhlas dan mencari ridho Allah. Bukan karena ingin mendapatkan pujian manusia, dan karena ingin menjadi orang yang terkenal.

2. Berdoa kepada Allah

Berdoa adalah ruh dari ibadah. Kembali kepada Allah dan bersandar kepadaNya akan meringankan semua masalah, begitu juga dengan menghafal kitabullah yang merupakan karunia Allah atas hambaNya.

Karenanya, perbanyaklah berdoa serta kembali kepada Allah agar Dia memberi kemudahan dalam menghafal kitabNya.

Allah Ta’ala berfirman :

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku Kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepadaKu, agar mereka memperoleh kebenaran.” (QS. Al-Baqarah :186)

3. Memperbaiki Bacaan Al-Quran sebelum mulai menghafal

Sebelum mulai menghafal Al-Quran dianjurkan untuk memperbaiki bacaan Al-Quran agar terhindar dari kesalahan dalam membacanya

Diantara ilmu yang dipelajari ialah mencakup Tajwid, makharijul huruf, dan sifat-sifat huruf yang dalam mempelajarinya tidak bisa dilakukan sendirian. Melainkan harus dibantu oleh guru yang mumpuni karena Al-Quran tidak dapat dipelajari kecuali dengan cara menerima dari guru-guru yang tsiqah hingga bersambung silsilahnya kepada Rasulullah.

Seorang ilmuwan islam, Al Qabisi mengatakan :

“Sudah sejak dari dulu, kaum muslimin mengajarkan anak-anak mereka mengenai Al-Quran, mereka membawanya ke guru dan mereka bersungguh-sungguh dalam hal ini” 

4. Memilih Waktu dan Tempat yang tepat dalam menghafal Al-Quran

Hal yang penting dalam menghafal adalah memilih waktu serta tempat yang tepat, seseorang sebaiknya tidak menghafal di waktu yang sempit dan gelisah.

Dan sebaik-baiknya tempat untuk menghafal Al-Quran adalah di masjid karena masjid merupakan tempat yang suci dan mampu menghindari diri dari gangguan dalam menghafal.

Seorang Ulama, Ibnu Jama’ah mengatakan:

“Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, waktu yang paling baik untuk berdiskusi adalah pagi hari, waktu yang paling baik untuk menulis adalah pertengahan siang, waktu yang paling baik untuk membaca dan mengingat-ingat adalah malam hari”

Ibnu Al-Jauzi Mengatakan: “Tidak dianjurkan menghafal di tepi sungai dan di hadapan sesuatu yang hijau agar hati tidak dibuat sibuk olehnya”

5. Memperdengarkan Suara dengan Irama dan bacaan yang baik agar memantapkan ayat dalam ingatan

Al-Quran memiliki berbagai keistimewaan dan salah satu keistimewaannya yakni dari segi suara yang merupakan pembeda antara Al-Qur’an dengan bahasa arab. Oleh karena itu, bacaan Al Quran yang disertai dengan irama yang sesuai kaidah hukum tajwid dapat memantapkan dan mempermudah dalam proses menghafal.

Rasulullah SAW bersabda, “Tidaklah termasuk golongan kami orang yang tidak melagukan bacaan Al Quran”

Abu Hilal Al-Askari berkata, “Sebaiknya seorang pelajar mengeraskan suaranya ketika belajar, agar dapat didengar oleh dirinya sendiri, karena bacaan yang didengar oleh telinga akan meresap kedalam hati. Oleh karena itulah seseorang biasanya lebih dapat menghafal sesuatu yang ia dengar daripada yang ia baca. Jika yang di pelajarinya itu menjadi pelajaran yang dapat membantu jalan kefasihan dan mengharuskan seorang pelajar mengeraskan suaranya, maka kefasihannya akan bertambah.” 

Demikianlah beberapa kiat-kiat dalam menghafal Al Qur’an yang semoga dapat membantu untuk memudahkan dalam menghafalnya.

Tidak hanya untuk dihafalkan saja, tetapi juga mengamalkan apa yang telah kita hafal serta mampu menjaga hafalan tersebut dari kelalaian melupakannya.

Semoga Allah senantiasa memberikan taufikNya untuk kita agar dapat memahami dan menghafalkan Al-Quran. Aamiin Yaa Rabbal’aalamiin

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: