Home » Artikel » Blog » Ibadah Haji dan Haji Mabrur
ibadah haji

Ibadah Haji dan Haji Mabrur

Perintah Haji dalam Surah Al-Hajj

Allah Ta’ala Berfirman mengenai perintah untuk menunaikan ibadah haji,

وَاَذِّنۡ فِى النَّاسِ بِالۡحَجِّ يَاۡتُوۡكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّاۡتِيۡنَ مِنۡ كُلِّ فَجٍّ عَمِيۡقٍ

“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan ibadah haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.” (QS. Al-Hajj: 27).

ibadah haji

Hajj / Al-Hajj merupakan surah yang menjelaskan perintah Allah untuk mengajak manusia menunaikan ibadah haji. Ibadah ini berisi kewajiban mengagungkan tanah haram, kemuliaan tanah tersebut, dan larangan berbuat maksiat di sana. Selain itu, di dalam surah ini juga berisi pula ajakan kepada manusia untuk mengagungkan Allah serta Baitullah dan  kemuliaan orang yang membangunnya, yaitu kekasih Allah, Ibrahim as.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya berkata, “Panggillah manusia, ajaklah mereka untuk berhaji ke rumah yang telah Kami perintahkan kepadamu (Ibrahim) untuk membangunnya.” Disebutkan pula oleh Ibnu Katsir, “Ibrahim berkata: Wahai Rabb, bagaimana manusia bisa mendengar suaraku, sedangkan suaraku tidak sampai pada mereka?” “Tetap ajaklah dan kami yang akan menyampaikan”, demikian jawabannya.

Ketika diseru ajakan untuk berhaji, maka gunung akan tunduk hingga sampailah suara dari penjuru dunia, sampai yang di dalam rahim pun mendengarnya, hingga batu, tanah dan pohon pun mendengarnya, begitu pula yang telah ditetapkan oleh Allah untuk berhaji nantinya, terdengarlah jawaban, “Labbaik allahumma labbaik” (Ya Allah, kami penuhi panggilan-Mu).

Keutamaan Ibadah Haji

Ibadah yang Paling Afdhol dan Termasuk Jihad

Dari ‘Aisyah -ummul Mukminin- RA, ia mengatakan, Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdal. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi (HR. Bukhari, no. 1520)

Allah Kabulkan Keinginan Orang yang Berhaji

Dari Ibnu ‘Umar RA, dari Nabi SAW, beliau bersabda, “Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang menunaikan ibadah haji serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri.” (HR. Ibnu Majah, no 2893. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Allah Balas dengan Surga

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari, no. 1773 dan Muslim, no. 1349). 

Kemudian Imam Nawawi menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9:119)

Haji yang Mabrur

Dalam Tafsirnya Al Qurthubi menyimpulkan, “Haji mabrur adalah ibadah haji yang tidak dikotori oleh maksiat saat melaksanakan manasik dan tidak lagi gemar bermaksiat setelah pulang haji.” (Tafsir Al-Qurthubi, 2:408)

Imam Nawawi menerangkan, “Pendapat yang paling kuat dan yang paling terkenal bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak ternodai oleh dosa, diambil dari kata-kata birr yang bermakna ketaatan.”

Disamping itu, ada juga yang berpendapat bahwa haji mabrur adalah haji yang diterima. Di antara tanda diterimanya ibadah haji seseorang adalah adanya perubahan menuju yang lebih baik setelah pulang dari pergi haji dan tidak membiasakan diri melakukan berbagai maksiat.

Ada pula yang mengatakan bahwa haji mabrur adalah haji yang tidak tercampuri unsur riya’. Ulama yang lain berpendapat bahwa haji mabrur ialah jika sepulang haji tidak lagi bermaksiat. (Syarh Shahih Muslim, 9:118-119)

Selain itu, di antara bukti dari haji mabrur adalah gemar berbuat baik terhadap sesama. Dari Jabir, ia berkata bahwa Rasulullah SAW pernah ditanya tentang haji yang mabrur. Jawaban beliau, Suka bersedekah dengan bentuk memberi makan dan memiliki tutur kata yang baik.” (HR. Al-Hakim, no. 1778. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Pondok Yatim dan Dhu’afa dengan mengusung Tema “JIWA MUSLIM BERANI BERQURBAN” mengajak kaum muslimin untuk berbagi kebaikan serta berkah dengan menunaikan ibadah qurban bersama Pondok Yatim dan Dhu’afa. Mari segerakan kebaikan melalui qurban. Siapkan Qurban terbaik anda melalui /https://qurban.pondokyatim.or.id/

Semoga Allah mudahkan kita untuk Berqurban Tahun ini. Aamiin Allahumma Aamiin

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: