Home » Artikel » Blog » Dahsyatnya Sikap Ikhlas bagi Kesehatan Jiwa Manusia
sikap ikhlas

Dahsyatnya Sikap Ikhlas bagi Kesehatan Jiwa Manusia

Makna Ikhlas

Sikap ikhlas yaitu proses penyerahan diri manusia sebagai makhluk kepada Allah sang pencipta secara utuh, untuk segala aktifitas usaha dan ikhtiarnya dalam menerima segala ketetapan Allah pada makhluknya.

Sikap ikhlas membawa ketentraman hati dalam diri manusia. Hati yang tentram adalah bukti ikhlas ada dalam diri manusia yang membawa nilai positif dalam kehidupan. Selain itu, Ikhlas juga membawa manusia pada penyerahan diri secara total atas keberadaan Allah sebagi sang Pencipta. 

Allah Ta’ala menerangkan dalam firman-Nya : ”(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tentram.” (QS. Ar-Ra’d : 28) 

 

Kondisi keikhlasan juga dapat di temui melalui jasmani dan ruhani manusia. Karena jati diri manusia itu terdiri dari tiga bagian penting, yaitu jasmani, ruhani, dan akal. Ikhlas seorang manusia akan mempengaruhi perilaku positif, yang mengarah pada kecenderungan berbuat kebaikan. Energi positif ikhlas dalam diri manusia, lambat laun akan membawa aktivitas hidup manusia tersebut pada kualitas hidup terbaiknya. 

Apabila proses ikhlas itu terus berlangsung berulang-ulang, maka pengaruhnya akan sangat baik bagi kesehatan jasmani dengan meningkatnya sistem imunitas dan keseimbangan hormon yang akan memperkuat sistem kekebalan tubuh manusia dan juga kesehatan ruhani, membangun mental psikis yang positif, serta kesehatan akal dengan pikiran-pikiran positifnya.

Pengaruh Sikap Ikhlas bagi Kesehatan Jiwa Manusia

Ikhlas adalah keajaiban dalam diri manusia yang di anugrahkan Allah dalam kehidupan. Ikhlas juga kunci yang dapat membuka pintu-pintu jawaban atas segala persoalan kehidupan.

Di era Modernisasi kemajuan dibidang tekhnologi informasi dan komunikasi memberikan dampak luarbiasa terhadap perubahan yang terjadi di tengah manusia dalam semua aspek kehidupan. Arus modernisasi begitu cepat masuk ke dalam kehidupan masyarakat terutama di zaman sekarang.

Tapi modernisasi juga ternyata membawa sisi negatif, yaitu terjadinya krisis makna hidup, kehampaan spiritual yang membuat tersingkirnya nilai-nilai agama dalam kehidupan. Hal ini menjadikan banyak manusia semakin sulit menemukan ketenangan batinnya, sehingga menyebabkan sulitnya menjaga keseimbangan hidup baik dalam hubungan antar sesama manusia dan yang paling utama hubungannya dengan Allah sang pencipta. 

Allah Ta’ala menjelaskan “Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudharatan, maka hanya kepada-Nya-lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl : 53) 

Akibat dari “kehampaan Spiritual” tersebut banyak manusia di era modern yang hidup di dalam kadar stres yang cukup berat, emosi yang labil, hidup dalam ketakutan, rasa cemas yang berlebihan, mudah marah, sedih, dan panik. Ini menjadi salah satu sebab manusia hidup dalam gangguan mental yang mempengaruhi fisik manusia dan menimbulkan penyakit psikis salah satunya adalah stress.

Stress adalah respon fisiologis, psikologis, dan prilaku dari seorang untuk mencari penyesuaian terhadap tekanan yang sifatnya internal maupun eksternal. Stress tidak hanya membahayakan secara kejiwaan, tetapi juga membahayakan bagi berbagai sistem tubuh.

Gangguan umum yang terkait dengan stres dan depresi yaitu beberapa bentuk penyakit kejiwaan, ketergantungan obat, gangguan tidur, gangguan pada kulit, tekanan darah, pilek, penyakit tulang, ketidak seimbangan ginjal, kesulitan bernafas, serangan jantung, hingga pembengkakan otak.

Walaupun penyakit-penyakit tersebut bukanlah satu-satunya yang di sebabkan stres, tetapi secara ilmiah telah membuktikan bahwa penyebab gangguan-gangguan kesehatan semacam itu biasanya bersifat kejiwaan. 

Kajian ilmiah kedokteran modern membuktikan, bahwa banyak penyakit yang muncul dari stres dan depresi. Sebab saat manusia di landa stress, otak manusia meningkatkan produksi hormon kortisol dalam tubuh,  ketidakseimbangan hormon dalam tubuh manusia dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan hal tersebut menyebabkan munculnya penyakit mematikan. 

Sikap ikhlas akan menyeimbangkan kadar hormon kortisol dalam tubuh manusia. Semakin manusia Ikhlas, maka akan semakin merangsang sel-sel tubuh tumbuh secara normal. serta respon emosional yang positif (Ikhlas) akan mengalir dalam tubuh dan di terima oleh batang otak. 

Dengan keikhlasan, stres yang menghinggap manusia dapat di sembuhkan, karena ikhlas menyehatkan bagi tubuh manusia. Orang yang ikhlas tubuhnya akan senantiasa rileks, tenang, fokus, dan mampu mengendalikan diri. Sikap positif ikhlas akan terbawa di dalam ucapan, tindakan, dan perbuatan seseorang yang ikhlas. Sehingga jiwanya akan senantiasa ridha, bersyukur, sabar, tawakal, pasrah, husnudzon, bijaksana, bahagia dan damai. 

Sikap positif ikhlas itulah yang akan menormalkan kadar hormon kortisol dalam tubuh manusia sehingga keseimbangan hormon dalam tubuh pun akan terjaga. Orang-orang yang ikhlas jiwa raganya akan senantiasa sehat. Apa pun aktifitas dalam hidupnya, energi positif akan senantiasa memancar dari dalam dirinya,ia tidak hanya menyehatkan dirinya, tetapi juga akan menyehatkan jiwa orang-orang yang disekitarnya. 

Dengan begitu keikhlasan akan membuat hati seorang manusia semakin tenang, lembut, jernih, dan penuh dengan energi positif yang tinggi. Memiliki kecerdasan spiritual yang mampu menempatkan perilaku dan hidupnya dalam konteks makna yang lebih tinggi, dan kaya akan nilai-nilai spiritual yang bersumber pada Ilahiah.

Dengan Demikian, sikap ikhlas akan membawa manusia pada kecerdasan untuk menilai bahwa suatu tindakan di jalan yang lurus dan terarah sesuai petunjuk Allah akan lebih bermakna di dunia maupun akhirat, dibandingkan tindakan di jalan yang rusak dan juga menjerumuskan kepada keburukan serta kerugian. 

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: