Teladan dari Kesabaran dan Sifat Pemaaf Nabi Yusuf AS - Pondok Yatim & Dhuafa
Home » Blog » Teladan dari Kesabaran dan Sifat Pemaaf Nabi Yusuf AS
Kesabaran dan Sifat Pemaaf Nabi Yusuf AS

Teladan dari Kesabaran dan Sifat Pemaaf Nabi Yusuf AS

Nabi Yusuf adalah salah satu rasul utusan Allah ke-11 yang wajib untuk diimani. Kisah Nabi Yusuf telah dikenal dengan baik oleh seluruh kaum muslimin. Di baliknya, terdapat banyak teladan yang dapat dijadikan pelajaran. Nabi Yusuf yang dianugerahi paras tampan ternyata harus melalui ujian demi ujian yang berat dari Allah. Teladan kisah Nabi Yusuf diabadikan di dalam Quran Surat Yusuf.

Kisah Nabi Yusuf AS

1. Mimpi yang Dialami Nabi Yusuf

Kisah Nabi Yusuf AS terbagi menjadi 9 bagian, yaitu mimpi yang dialaminya, disingkirkan oleh saudara-saudaranya, dijual kepada orang Mesir, dirayu oleh wanita yang sudah bersuami, peristiwa di jamuan makan, kejadian di dalam penjara, mimpi yang dialami raja dan kebebasan Nabi Yusuf, menjadi pejabat pemerintah, dan bertemu dengan keluarganya.

Mimpi ini tersurat pada ayat ke 4 Surat Yusuf. Pada suatu malam, Nabi Yusuf bermimpi melihat 11 ekor binatang, matahari, dan bulan bersujud kepadanya. Ia yang saat itu masih remaja menceritakan mimpi aneh yang dialaminya kepada sang ayah, Nabi Ya’qub. Setelah mendengar cerita dari anaknya, Nabi Ya’qub mengetahui bahwa kelak ketika dewasa Nabi Yusuf akan memiliki kekuasaan.

Teladan kisah Nabi Yusuf berawal dari mimpi yang dialaminya. Nabi Ya’qub juga merasa bahwa anaknya ini nantinya akan menjadi penerus kenabian yang diwariskan secara turun-temurun dari Nabi Ishaq dan Nabi Ibrahim. Peristiwa ini juga memunculkan hal lain berupa kecemburuan saudara-saudara Nabi Yusuf karena merasa diperlakukan secara berbeda dan tidak adil.

2. Nabi Yusuf Dibuang Oleh Saudara-Saudaranya

Selain mimpi yang dialaminya, kelebihan yang diberikan kepada Nabi Yusuf berupa paras yang tampan ternyata telah membuat iri semua saudaranya. Saudara-saudara Nabi Yusuf mencari jalan supaya kasih sayang sang ayah kembali mereka rasakan. Akhirnya mereka menjerumuskan adik bungsunya ke dalam sumur yang dalam. Peristiwa pembuangan Nabi Yusuf diabadikan di ayat ke 9 – 10.

Jika wajarnya seorang anak kecil yang dimasukkan ke dalam sumur tanpa baju dan ditinggalkan pasti akan merasa takut dan cemas. Namun tidak dengan teladan kisah Nabi Yusuf, ia justru terhibur dengan makna mimpi yang disampaikan oleh ayahnya dan yakin bahwa Allah pasti akan menyelamatkannya.

Mengetahui anak bungsunya hilang, Nabi Ya’ub bertanya kepada anaknya yang lain tentang keberadaan Nabi Yusuf. Namun, alih-alih mengakui perbuatan jahat mereka yang telah membuang Nabi Yusuf ke dalam sumur, saudara-saudara Nabi Yusuf justru mengatakan bahwa adiknya mati diterkam serigala.

3. Nabi Yusuf Dijual kepada Orang Mesir

Setelah dibuang oleh kakak-kakaknya, Nabi Yusuf ditemukan oleh para musafir Mesir yang sedang melintas. Melihat Nabi Yusuf, para musafir tersebut sangat senang karena keuntungan ekonomis yang akan mereka peroleh ketika menjual Nabi Yusuf sangat menggiurkan. Orang yang membelinya pun turut senang, sehingga menjadikan Nabi Yusuf sebagai anak dan dilayani dengan baik.

Keluarga yang mengadopsi Nabi Yusuf adalah seorang menteri yang memiliki istri bernama Zulaikha. Zulaikha adalah wanita yang cantik, namun suaminya tidak dapat melakukan tugasnya dengan baik. Melihat ketampanan Nabi Yusuf, Zulaikha jatuh cinta dan bermaksud untuk melakukan tipu daya kepada Nabi Yusuf agar bersedia menuruti hasratnya.

4. Rayuan Zulaikha terhadap Nabi Yusuf

Karena tidak mampu membendung perasaannya, Zulaikha merayu Nabi Yusuf dengan menguncinya secara paksa di dalam kamar karena berkali-kali keinginannya ditolak. Namun, teladan kisah Nabi Yusuf lagi-lagi sangat luar biasa. Ia sempat hampir termakan rayuan Zulaikha, namun kemudian bayang-bayang sang ayah muncul. Seketika ia sadar dan mengurungkan meninggalkan Zulaikha.

5. Peristiwa di Jamuan Makan

Kesabaran dan Sifat Pemaaf Nabi Yusuf AS

Kejadian yang dialami oleh Zulaikha dan Nabi Yusuf terdengar ke telinga para wanita Mesir dan mereka mula menggunjing Zulaikha. Mengetahui hal itu, Zulaikha mengundang seluruh wanita untuk menghadiri jamuan makan di rumahnya. Setelah semuanya hadir, Zulaikha mulai menjalankan rencananya.

Ia meminta semua wanita itu memegang pisau dan buah. Setelah itu, Zulaikha meminta Nabi Yusuf untuk keluar. Para wanita itu terperangah dengan ketampanan wajah Nabi Yusuf hingga mereka tidak sadar telah mengiris tangan mereka sendiri. Dari peristiwa ini, Zulaikha ingin menunjukkan bahwa orang yang dirayunya tidak sembarangan.

6. Nabi Yusuf Dimasukkan Penjara

Akibat ulah Zulaikha, Nabi Yusuf harus dipenjara karena difitnah telah mencoba memperkosa Zulaikha. Ia merobek bajunya sendiri dan mengatakan bahwa Nabi Yusuf mencoba untuk menodainya. Teladan kisah Nabi Yusuf di sini berupa kesabaran yang luar biasa. Di dalam penjara, Nabi Yusuf bersama 2 orang pemuda yang kemudian menjadi pena’wil mimpi dari keduanya.

7. Nabi Yusuf Menjadi Penafsir Mimpi Raja

Raja Mesir mengalami mimpi yang unik dan mencari makna mimpinya kepada dukun-dukun yang ada di Mesir, namun semuanya tidak berhasil. Mendengar kabar ini, Nabi Yusuf pun menawarkan diri untuk mena’wilkan mimpi sang raja. Hasil ta’wil Nabi Yusuf benar dan kemudian menjadikan Raja Mesir tersebut mempercayai dan membebaskannya.

8. Diangkatnya Nabi Yusuf Menjadi Pejabat Pemerintahan

Usai peristiwa pena’wilan mimpi Raja Mesir, hubungan antara raja tersebut dengan Nabi Yusuf menjadi dekat. Karena merasa percara diri dengan kemampuannya dan sifat jujur yang dimilikinya, Nabi Yusuf meminta jabatan sebagai bendaharawan negara kepada Raja Mesir.

9. Kisah Pertemuan Nabi Yusuf dengan Keluarganya

Setelah berpuluh-puluh tahun tidak bertemu dengan keluarganya, akhirnya kesempatan yang indah itu pun tiba. Para saudara Nabi Yusuf datang untuk mengambil jatah bahan makanan yang dibagikan kepada seluruh penduduk Mesir dan sekitarnya. Pada saat itulah, Nabi Yusuf bertemu dengan sang ayah. Luapan rindu pun tak mampu lagi untuk dibendung.

Hikmah yang Dapat Diambil dari Kisah Nabi Yusuf AS

Kisah Nabi Yusuf adalah kisah paling rinci yang dibahas di dalam Al-Quran dan sepenuhnya membahas tentang perubahan sifat manusia. Digambarkan dengan warn ayang hidup, kehidupan yang beraneka ragam, dan keterlibatan rohani membuar kisah ini memiliki banyak pelajaran di dalamnya.

Teladan kisah Nabi Yusuf yang dapat diambil adalah kesabaran yang luar biasa ketika menjalani berbagai macam ujian berat dari Allah. Ia dibenci saudaranya, dibuang, difitnah, bahkan dipenjara. Namun, rasa cintanya kepada Allah selalu menuntun kepada kesabaran yang sejati dan menerima segala ketetapan takdir yang telah digariskan.

Nabi Yusuf juga murah hati dan pemaaf. Walaupun sudah diasingkan oleh para saudaranya, namun ia tetap menerima dan memaafkan mereka. Sifat ini adalah contoh yang memukau dari seorang Nabi Yusuf untuk para umat Islam di dunia ini. Bahwa memaafkan adalah ajlan yang paling damai untuk menjalani kehidupan.

Teguh pada keimanan dan prinsip-prinsip Islam walaupun harus menghadapi kerasnya dunia adalah teladan kisah Nabi Yusuf yang terakhir. Rasa takut kepada Allah akan menghadirkan rasa selalu diawasi, sehingga akan menghindarkan dari perbuatan yang keji. Allah selalu melihat apa saja perbuatan yang dilakukan hambanya.

Demikian ulasan kisah Nabi Yusuf dan teladan yang bisa diambil dan diamalkan. Nabi Yusuf memberikan contoh yang luar biasa di tengah kehidupan yang tidak selalu berpihak. Bagaimana pun kondisinya, yang utama adalah kecintaan kepada Allah dan menjaga keteguhan iman di dalam hati.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: