Mengapa Menyantuni Anak Yatim Penting Untuk Dilakukan? Berikut Ulasannya
Home » Blog » Mengapa Menyantuni Anak Yatim Penting Untuk Dilakukan? Berikut Ulasannya

Mengapa Menyantuni Anak Yatim Penting Untuk Dilakukan? Berikut Ulasannya

Setiap anak selalu membutuhkan kasih sayang dari orang tua semenjak mereka dilahirkan. Namun, beberapa anak ada yang telah ditinggal mati oleh ayahnya ketika masih belum baligh sehingga disebut sebagai anak yatim. Anak tersebut bahkan sangat mulia dan telah disebut 23 kali dalam al qur’an. Yuk simak keutamaan menyantuni anak yatim disini.

Keutamaan Memberi Santunan Kepada Anak Yatim

Anak yang telah ditinggal mati oleh ayahnya tentu akan kehilangan salah satu seseorang yang paling penting. Begitu pula, suatu keluarga juga ada yang memiliki kondisi kurang finansial ketika ditinggalkan oleh seorang ayah atau kepala keluarga. Kondisi ini tentu menjadikan anak yatim menjadi sosok yang mulia serta harus dikasihi, diperhatikan bahkan dipelihara.

Namun, kondisi finansial seseorang yang berbeda menyebabkan hukum memelihara anak yatim bersifat fardhu kifayah. Kendati demikian, anda tetap bisa senantiasa menyayangi dan memperhatikan anak ini dengan berbagai cara yang lainnya. Beberapa orang bahkan ada yang membantu maupun mengajak mereka ke rumah untuk diberi makan.

Begitu pula, menyantuni anak yatim juga menjadi hal yang sangat utama untuk anda lakukan. Kegiatan ini bahkan termasuk salah satu bentuk ibadah untuk mendatangkan pertolongan dari Allah. Hal ini telah termaktub dalam hadits bahwa Allah akan menolong hamba yang mau menolong saudaranya. Salah satunya adalah anak yatim.

Mengasihi anak yatim ini bahkan dapat membuat anda semakin dekat dengan Rasulullah. Tentunya, menyantuni tersebut merupakan salah satu perbuatan mulia yang sangat dicintai oleh Rasullullah. Agama islam bahkan telah menjanjikan seseorang yang mau menyantuni akan mendapatkan balasan istimewa untuk bersanding dengan Rasul ketika di Surga.

Kegiatan mulia ini bahkan juga mendatangkan balasan secara langsung ketika di dunia. Pasalnya, seseorang yang melakukan perbuatan ini secara tidak langsung sedang melakukan terapi hati. Hal ini dapat dikatakan bahwa orang yang mau mengasihi anak yatim telah memposisikan diri sebagai ayah kandungnya. Tentunya, hal ini dapat membuat hati menjadi lebih lembut.

Sebagai perbuatan yang mulia, mengasihi anak yatim juga akan membuat anda mendapatkan gelar abror. Yaitu gelar taat kepada Allah karena telah memenuhi perintahnya. Seorang dengan perbuatan ini juga telah terjamin keselamatannya dan dimasukkan dalam surga sebagaimana yang telah tertuang dalam hadist. Kendati demikian, anda juga harus bertaubat agar semua dosa dapat terampuni.

Seseorang yang sangat menyayangi anak yatim juga akan terhindar dari berbagai siksaan atas dosa yang telah dilakukan. Dalam hal ini, seorang anak yang dikasihi pasti akan memberikan kasih sayang yang setimpal. Terlebih lagi seorang anak yatim tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh. Oleh karena itu, pergerakan hati anak untuk mendoakan dapat memberikan pertolongan.

Selain itu, kegiatan di dunia seperti menyantuni anak yatim juga dapat menjadi salah satu investasi di akhirat. Kebaikan baik yang telah anda lakukan ketika di dunia ini dapat menjadi benih mulia yang dapat dituai ketika berada di akhirat. Rasulullah bahkan pernah menyebutkan dalam hadist jika sedekah amal jariah termasuk perkara yang tidak akan pernah terputus.

Tentunya, setiap perbuatan baik yang telah anda lakukan juga akan tercatat dan mendapatkan pahala. Terlebih lagi jika anda mampu melakukan perbuatan baik ini dengan niat yang tulus untuk mendapat ridha dari Allah. Hal yang paling utama lainnya dari perbuatan ini adalah anda dapat menghadirkan manfaat yang lebih untuk diri sendiri maupun anak yatim yang diberi santunan.

Cara Memberikan Santunan Kepada Anak Yatim Yang Tepat

Kegiatan menyantuni juga tidak bisa dilakukan hanya dengan sekedar menyantuni. Pasalnya, kegiatan santunan ini juga dapat menjadi hal yang buruk ketika terbesit niat yang kurang baik dalam hati. Misalnya saja, kegiatan santunan yang digelar pada suatu panti asuhan terkadang dapat membuat seseorang merasa sombong, riya’ dan ingin dipuji oleh orang lain.

Mengetahui kondisi tersebut, anda tentu harus memantapkan niat yang tulus sebelum melakukan kegiatan santunan. Anda bahkan bisa mencoba untuk memberikan rasa simpati dan empati kepada anak yatim agar bisa melembutkan hati. Selain itu, anda dapat mencoba menghadirkan niat yang tulus ketika menghadiri kegiatan ini.

Jika anda telah mencoba memantapkan hati tetapi gejolak hati masih tidak bisa disembuhkan, anda dapat melakukan kegiatan ini secara perlahan dan bertahap. Memberi makan orang miskin dan mengusap kepala anak yatim bahkan dapat menghadirkan hati yang lembut. Pemberian santunan dengan mengusap kepala ini perlu dilakukan secara natural.

Pasalnya, mengusap kepala anak yatim dapat menjadi simbol rasa kasih sayang dan empati kepada anak yang belum baligh tersebut. Anda bahkan perlu mempraktikkan perbuatan ini secara hati-hati ketika ingin menghadirkan rasa sayang. Tentunya, kegiatan ini bukanlah ritual yang harus selalu dilakukan ketika kegiatan santunan anak yatim.

Anak yatim yang masih belum baligh tentu masih belum bisa menghidupi diri sendiri dan membutuhkan pendidikan yang lebih layak. Seseorang yang ditinggal mati ayahnya sejak kecil ini juga seringkali terhalang perekonomiannya dan membutuhkan biaya untuk sekolah. Untuk itu, Rasulullah sangat menyarankan untuk memberikan pakaian atau sebagian harta kepada anak yatim.

Begitu pula, anda juga dapat memberikan biaya pendidikan yang layak kepada anak yatim. Jika anda masih belum bisa membiayai pendidikan secara penuh, anda dapat menghadirkan kebutuhan sekolah agar anak tersebut dapat mendapatkan bekal ilmu dengan baik. Memberikan buku, alat tulis, sepatu dan tas juga menjadi salah satu hal baik yang dapat dilakukan.

Hal penting lain yang harus dilakukan kepada anak yatim adalah tidak menghardiknya. Dalam hal ini, Allah biasanya memberikan ujian berat kepada anda untuk menurunkan sifat jahil dan nakal yang dimiliki oleh anak yatim. Sifat-sifat ini pada dasarnya adalah bentuk kekurangan kasih sayang yang ingin diperoleh oleh seorang anak.

Untuk itu, anda bisa memberikan kasih sayang yang tulus dengan perbuatan baik untuk meluluhkan hati anak ini. Perbuatan baik yang anda lakukan bahkan dapat menjadi salah satu bekal pendidikan untuk melahirkan pembentukan sifat terpuji. Dalam hal ini, Rasulullah bahkan sangat menyarankan untuk untuk menyayangi dan memberikan pendidikan sebagaimana saudara sendiri.

Hal ini tentu perlu ditekankan bahwa memberikan santunan anak yatim harus dilakukan dengan hati yang ikhlas. Anda bahkan perlu memberitahu dan menunjukkan dengan sabar ketika anak yatim melakukan suatu kesalahan. Tentunya, membuat hati seorang anak mulia ini bersedih dan kecewa dapat menghadirkan kemurkaan Allah. Terlebih lagi jika anak tersebut merasa tersakiti.

Anak yatim adalah seorang anak kecil yang belum baligh dan telah ditinggal mati oleh ayahnya. Kehadiran anak yang diuji dengan kondisi ini tentu bisa membuat anak yatim merasa terpukul karena kekurangan kasih sayang dari salah satu orang tua. Begitu pula, peran ayah sebagai kepala keluarga juga dapat mempengaruhi ekonomi. Oleh karena itu, menyayangi anak ini penting untuk dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: