Jaminan Allah SWT Untuk Orang Yang Besedekah - Pondok Yatim & Dhuafa
Home » Blog » Jaminan Allah SWT Untuk Orang Yang Besedekah
Jaminan Allah Untuk Orang Yang Bersedekah

Jaminan Allah SWT Untuk Orang Yang Besedekah

Kebanyakan manusia beranggapan bahwa memberikan apa yang dimiliki faktanya hanya akan membuat berkurang. Lain dengan investasi bisnis yang bisa diharap bagi hasilnya. Tapi kalau berbagi kepada fakir miskin dan yatim piatu, apa mungkin mereka bisa memberi imbalan hasil? Apa yg mau ditunggu-tunggu? Sia-sia saja. Itulah yang terbayang.

Bayangan itu membuat seseorang berat berbagi. Meski hartanya banyak, kalau disuruh bersedekah masih harus hitung-hitungan dulu. “Ini kan hasil jerih payah saya sendiri, untuk apa harus dibagi dengan mereka yang kekurangan dan menderita? Peduli amat dengan nasib mereka,” demikian pikirnya.

Tapi ternyata, hitung-hitungan dalam kehidupan tidak seperti anggapan orang di atas bahwa bila memberi akan berkurang. Misalnya saat Anda dan beberapa teman sedang bertamu. Oleh tuan rumah Anda disuguhi segelas teh. “Tolong Pak, minumannya diberikan teman sebelah.”  Mungkin ada yang berpikir, “kalau saya berikan, bagaimana bagian saya nanti?” Tapi begitu Anda memberikannya kepada teman sebelah, habiskah yang kita miliki?

Ya, sejenak sepertiya apa yang kita miliki itu berpindah tangan. Tak bersisa. Namun tidak seberapa lama tuan rumah memberi lagi. Ternyata dengan memberi bukannya habis tapi ada lagi pengganti. Saat kita memberikannya lagi pada teman lain yang belum mendapat bagian, tuan rumahnya memberinya lagi, lagi, dan lagi. Kita hidup di dunia ini juga demikian. Ibaratnya kita sebagai tamu Allah.

Kita lahir dalam keadaan telanjang dan tak membawa sehelai benang pun. Kemudian kita bisa hidup karena dicukupi dengan suguhan berbagai karunia dan rezeki-Nya. Cukup makan, sandang, dan papan. Pada saat kita berlebih, Allah memerintahkan kita bersedekah dan berbagi kepada hamba-hamba Nya yang lain yang belum mendapat bagian seperti kita.

Perintah Sedekah Dalam Al Quran :

Allah SWT telah berfirman di dalam Al-Quran Surah Ibrahim ayat 31: “Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang telah beriman: ‘hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada hari itu tidak ada jual beli dan persahabatan.’

Bila hamba-Nya itu mau berbagi, akankah Allah membiarkan mereka itu terlantar sia-sia di dunia ini? Sama sekali tidak! Allah Maha Melihat, dan Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik. Bukankah Allah Maha Kuasa dan Maha Kaya?!

“Sesungguhnya kalian akan diberi pertolongan dan akan diberikan rezeki oleh Allah SWT, manakala kalian mau menolong dan berpihak, membantu, serta mau memberikan kepada orang-orang yang lemah dan menderita dalam kehidupannya.” (HR. Muslim).

Saat kita memberi, secara psikis Allah telah melepaskan jiwa ini dari belenggu cinta dunia. Jiwa ini merdeka dari perbudakan harta. Secara social, didekatkan hati-hati sesama saling kasih sayang dan senyum yang menyegarkan jiwa ini.

Andai roda kehidupan sedang berputar ke bawah, seseorang yang suka berbagi pun tak akan larut dalam kesedihan terlalu lama. Sebab pintu-pintu pertolongan Allah terbuka lebar lewat berbagai jalan. Buah dari sukanya berbagi itu, akan mengundang demikian banyak orang yang dengan senang hati menolongnya.

Hal yang tak akan dinikmati oleh seorang yang bakhil.

Diriwayatkan oleh Imam Thabrani dan Abu Darda’, bahwa Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya, ‘inginkah kalian mendapatkan dua hal, yakni mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan hakiki, serta terpenuhinya segala kebutuhan hidup kalian?’ Para Sahabat menjawab: ‘Benar Yaa Rasul, kami menginginkan hal itu.’ Rasul pun menjawab: ‘sayangilah anak-anak yatim, usaplah kepalanya (bertanggung jawab serta memperhatikan kehidupan mereka), dan berilah makanan dari Sebagian makanan yang kalian makan (untuk para dhu’afa dan fakir miskin); maka pasti kalian akan mendapatkan ketenangan batin dan kebahagiaan hakiki serta terpenuhi semua kebutuhan kalian.’

 

Sungguh indahnya hidup orang yang telah mendapat ketenangan lahir dan bathin…

 

Wallahu A’lam biis Showwab

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: