Sedekah Melancarkan Rezeki dan Urusan Hidup - Pondok Yatim & Dhuafa
Home » Blog » Sedekah Melancarkan Rezeki dan Urusan Hidup
Lancarkan Rezeki dan Segala urusan dengan Sedekah

Sedekah Melancarkan Rezeki dan Urusan Hidup

Sucikan Hati dan Pikiran, Lancarkan Rezeki dan Segala Urusan dengan Sedekah. Fondasi ibadah wajib perlu ditopang dengan ibadah sunnah untuk lebih cepat menggapai cinta-Nya. Ibadah sunnah masing-masing punya keutamaan, keajaiban, dan ‘punya jejak rasa spiritual’ berbeda-beda.

Setiap orang punya kesempatan dan kemampuan sendiri-sendiri dalam melaksanakan ibadah sunnah. Ada yang kuat bangun tengah malam untuk solat tahajjud, ada yang punya waktu longgar untuk solat dhuha, ada yang rutin puasa Senin-Kamis sebagai hari untuk melatih menjinakkan nafsunya. Ada juga yang gemar bersedekah dengan rezeki dari-Nya. Bahkan ada juga yang kuat melaksanakan keempatnya.

Ibadah solat tahajjud bisa dikerjakan setiap hari untuk mengantar malam ke peraduan di kala sebagian yang lain masih lelap tertidur. Sementara solat dhuha yang selalu dikerjakan setiap hari menemani pagi menuju cahaya siang terik, di kala Sebagian yang lain sibuk dengan aktivitasnya.

Ibadah puasa Senin-Kamis sebagai pengawal laporan amalan mingguan para malaikat kepada Allah, dimana Sebagian yang lain enggan melepas kedua hari tersebut untuk menahan nafsunya. Begitu pun dengan bershodaqah, kenapa tidak bisa kita lakukan setiap hari, dikala yang lain berat hatinya memberi? Padahal Allah SWT sendiri telah berfirman dalam Al-Quran

“Hendaklah orang yang mampu, memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.” (QS. Ath-Thalaq: 7)

Sudah Berapa Kali Kita Sedekah ?

Bagi yang dilonggarkan rezekinya oleh Allah SWT, sudah berapa kali kita bershodaqoh dalam bentuk materi (baca: uang) sepanjang hidup kita? Kalau belum pernah bershodaqoh atau shodaqohnya masih dalam hitungan jari, sepertinya hati kita perlu segera masuk perawatan di “UGD” (Untuk orang Gak Dermawan), untuk mengobati penyakit kikir, alias bakhil yang membenam di hati. Kalau masih kadang-kadang, hati kita perlu menjalani terapi di “BANGSAL” (Belas Kasihan Giatkan Saling Berbagi). Jika sudah sering, hati kita bisa menikmati fasilitas “VIP” (Vitamin Iman Penyejuk jiwa) sehingga jiwa kedermawanan kita tetap terus terjaga.

Sebenarnya Allah telah memberi jalan kemudahan untuk itu, Cuma kebanyakan manusia belum tahu “strategi” bagaimana supaya bisa dengan mudah bershodaqoh setiap hari. Hati menjadi tenteram, sehingga ketakutan harta akan berkurang bukan lagi alasan untuk menolak bershodaqoh.

Niat Sedekah Walaupun Dalam Keadaan Sempit

Sudah terlalu sering diri kita geleng-geleng kepala Ketika kita sendiri perlu bantuan menyelesaikan masalah yang berkepanjangan, terutama masalah keuangan, Kesehatan, jodoh, belum dapat keturunan, dan lain-lain. Kita ingin sekali bershodaqoh yang kita percaya bisa memberi jalan keluar, tapi apa daya “bekal sedekah” kita boleh dibilang tidak pernah tersimpan karena habis buat belanja kebutuhan sehari-hari. Dalam kondisi seperti ini pun, berniat dan berdo’alah agar kita diberi kemampuan untuk bisa bersedekah, insyaa Allah, Allah SWT akan menjawab niat dan doa kita, dan sudah menghitungnya sebagai suatu kebaikan. Allah Maha Menepati Janji, jadi Allah tidak mungkin membiarkan hamba-Nya yang ingin berubah hanya berdiri di ‘perbatasan’. Suatu waktu Dia akan menggiring kita maju satu dua Langkah bahkan bisa berlari, jauh meninggalkan perbatasan, tentu saja kalau diiringi dengan usaha.

Dalam sebuah hadits Qudsi, Allah SWT berfirman,

“Barang siapa yang berniat sedekah, kecepatan Allah SWT membalas sedekah tersebut melebihi kecepatan Gerakan sedekah tersebut.”

Tawakkal dan Usaha Mencari Rezeki Yang Halal

Setiap hari berapa jam kita habiskan waktu untuk mencari uang? Umumnya 8 jam, bahkan lebih dari itu. Itu berarti minimal 1/3 dari kehidupan sehari-hari kita gunakan untuk mencari nafkah. Dalam tenggang waktu tersebut Ketika kita melaksanakan pekerjaan, sengaja atau tidak, mungkin pernah berbuat kurang jujur, menyinggung perasaan kolega kita, atau menghalalkan segala cara agar tujuan yang sejalan dengan pekerjaan kita tercapai. Segala pembeli, pemakai jasa tenaga atau pikiran, sengaja atau tidak mungkin pernah bertransaksi di luar batas yang telah ditentukan oleh kaidah-kaidah Islam.

Apakah Uang Hasil Usaha Kita Halal dan Baik ?

Uang yang kita peroleh dari hasil transaksi seperti di atas kita gunakan untuk kelangsungan hidup kita. Beli makanan, minuman, pakaian, rumah, kendaraan dan kebutuhan lainnya. Semua itu kita gunakan untuk memanjakan lahiriah kita. Akhirnya lahiriah kita jadi kotor, otomatis batin kita pun jadi kotor. Kalau batin sudah kotor, akan terefleksi pada perbuatan kita sehari-hari, yang selalu ingkar karena gampang digoda setan.

Dalam hadist arbain ke-6 yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw, bersabda:

“Dalam tubuh manusia ada segumpal daging, jika daging itu baik maka baiklah seluruhnya, jika daging itu buruk maka buruklah seluruhnya. Segumpal daging itu adalah hati.”

Bersihkan Harta Anda dengan Berzakat

Untuk membersihkan jiwa kita dari bercampurnya harta haram dan halal itulah kemudian Allah mewajibkan kita membayar zakat sekali setahun di penghujung puasa Ramadhan sebelum shalat idhul fitri. Zakat tersebut bertujuan menyucikan (omzet) harta yang kita peroleh dan memberi keberkahan pada harta dalam setahun.                                                       

Namun sebenarnya harta yang dicari dan digunakan bukan dalam hitungan bulan apalagi tahun, tapi kita gunakan setiap hari. Untuk itu akan jauh lebih baik jika harta tersebut juga kita sucikan setiap hari dengan shodaqoh. Melalui shodaqoh jiwa dan pikiran kita akan lebih terasah. Pisau yang diasah setiap hari, tentu jauh lebih tajam jika dibandingkan dengan pisau yang diasah hanya sekali setahun. Cermin yang kita bersihkan setiap hari, pasti lebih jernih pantulannya dibandingkan dengan cermin yang dibersihkan hanya sekali setahun, padahal cermin tersebut kita pakai setiap hari. Cermin yang bersih, membuat kotoran yang menempel terlihat jelas, dan kita bisa membersihkan kotoran tersebut dengan segera.

Perumpamaan Orang Yang Sedekah Setiap Hari

Begitupun dalam kehidupan sehari-hari. Kalau setiap hari lahir dan bathin kita sucikan dengan shodaqoh, maka yakinlah bahwa lahir dan bathin kita akan menggiring perbuatan kita ke hal-hal yang ‘bersih’. Jiwa kita akan terlatih punya naluri bersih, akhirnya jiwa kita menjadi tenang. Ingatlah, hanya Ketika jiwa tenang akan merasa puas dan diridhai-Nya. Kita dimasukkan ke golongan orang-orang yang beramal shalih, yang bisa menikmati surga dunia-akhirat.

Orang yang rajin bershodaqoh ibaratnya sebuah pohon buah, kalau setiap hari ‘disirami’, tentu pohonnya akan tumbuh dengan subur. Ditambah lagi diberi ‘pupuk’, pohon akan terbebas dari gangguan hama, akhirnya buahnya akan semakin cepat masak, bertambah lebat, dan tentu saja semakin manis rasanya. Tidak usah dipetik pun, buahnya akan jatuh dengan sendirinya. Dan buahnya pun dapat dinikmati oleh siapa saja. Jadi jumlah dan kualitas sedekah akan menentukan kuantitas dan kualitas balasan-Nya. Balasannya berlipat ganda dan rasanya membuat hati kita lapang dan Bahagia. Karena Allah telah mengabarkan dalam firman-Nya bahwa orang yang bershodaqoh akan mendapat balasan yang berlipat ganda ibaratnya kita menanam sebuah biji,

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap bulirnya serratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Berkah Sedekah

Jumlah pohon rezeki yang bisa berbuah setiap hari bergantung jumlah dan kualitas shodaqoh kita setiap hari. Bisa berbuah satu, dua, tiga, bahkan tak terhingga. Akhirnya bisa jadi pohon rezeki yang kita nikmati buahnya bisa sampai dari banyak pohon setiap hari, bisa mencukupi kebutuhan diri sepanjang hidup, dan mungkin saja mencukupi kebutuhan keluarga sepeninggal kita. Dengan syarat selama kita menjaga ketakwaan dan tidak mengendurkan kuantitas dan kualitas ibadah wajib dan sunnah. Tetap sabar, tawakkal, dan lolos dari ujian-Nya termasuk ujian dengan kenikmatan harta yang berlimpah. Apakah harta tersebut tidak membuat kita ujub, takabbur, merendahkan orang lain, tetap menggunakannya di jalan Allah atau sebaliknya?

Allah SWT berfirman,

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘kami telah beriman’, sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang berdusta.”

Rumus Sedekah Rosulullah

Asalkan dijalankan sebagaimana mestinya dan tetap istiqomah, dengan rahmat dan hidayah-Nya, jangan heran ketika shodaqoh sudah jadi bagian kehidupan kita sehari-hari, dalam jangka waktu yang tidak begitu lama (hanya Allah jua yang bisa menentukan ketepatan waktunya, bergantung niat, tekad, jumlah shodaqoh, porsi yang terbaik buat kita menurut Allah), kita mendapatkan perubahan pola hidup yang sangat mendasar. Bukan hanya beberapa keutamaan shodaqoh yang kita dapatkan yang membuat pola hidup berubah, tetapi Ketika kita mendapatkan rezeki, khususnya materi seolah-olah hati kita tidak akan tenang kalau tidak mempercepat shodaqoh agar rezeki yang kita dapatkan tidak sempat membuat setan mengajak kita mengikuti langkahnya.

Rasulullah pun setiap kali mendapatkan harta beliau tidak ingin harta itu bermalam dan segera dibagi-bagikan kepada mereka yang berhak. Dan setiap kali kita sudah bersedekah, ada perasaan Bahagia, lapang dada yang menyelinap dihati.

Pakailah rumus = diawali dengan niat yang tulus, ibadah dengan ‘badan kurus’, kerja keras dengan serius, tak kenal mampus, sedekah setiap jual-beli jalan terus, harta takkan minus, rezeki dilimpahkan terus menerus, akhirnya dengan cinta-Nya kita diurus, hati dan pikiran kita tidak tergerus dan jalan pun jadi lurus.

 

Wallahu A’lam…

13 komentar untuk “Sedekah Melancarkan Rezeki dan Urusan Hidup”

  1. semoga kita bisa sedekah setiap hari walopun sedikit semoga bisa produktif aamiin.
    trimakasih atas keilmuannya tentang zakat dan sedekah

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: