Definisi Anak Yatim Menurut Islam - Pondok Yatim & Dhuafa
Home » Anak Yatim » Definisi Anak Yatim Menurut Islam
Definisi Anak Yatim Menurut Islam Beserta Hak-Haknya

Definisi Anak Yatim Menurut Islam

Menurut Islam, yatim adalah sedih atau sendiri. Siapakah yang dimaksud anak yatim ? Apa saja hak-hak anak yatim dalam Islam ?

Pada dasarnya, yatim berasal dari bahasa arab yang berarti sedih atau bermakna sendiri. Adapun menurut istilah syara’ yang dimaksud dengan seorang anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal mati oleh ayahnya sebelum usia baligh. Batas seorang anak disebut yatim adalah ketika anak tersebut telah baligh atau dewasa.

Hal ini juga sudah dijelaskan dalam sebuah hadist yang menceritakan bahwa Ibnu Abbas r.a. pernah menerima surat dari Najdah bin Amir yang berisi beberapa pertanyaan, salah satunya tentang batasan individu disebut yatim, Ibnu Abbas pun menjawab:

“Dan kamu bertanya kepada saya tentang seorang anak yatim, kapan terputus predikat yatim itu, sesungguhnya predikat itu putus bila ia sudah balig dan menjadi dewasa,”

Nah, setelah mengetahui definisi anak yatim piatu menurut Islam, alangkah baiknya jika kita juga mengetahui hak-hak anak yatim dalam Islam.

Apa saja?

Berikut Pondok Yatim & Dhuafa telah merangkum 5 daftarnya.

Berikan Anak Yatim Makanan Yang Bergizi Dan Baik

1. Dididik diberi makan

Menurut ajaran Islam, seseorang yang menghardik anak yatim piatu dan tidak memberi makan kepada fakir miskin, dicap sebagai pendusta agama yang ancamannya berupa api neraka dan termasuk dosa paling berat dalam islam.

Dalam Alquran surat Al Ma’un ayat 1-3 telah dijelaskan bahwa :

“Tahukah kamu individu yang mendustakan agama, itulah individu yang menghardik seorang anak yatim piatu, dan tidak menganjurkan memberi makan kepada individu miskin ”

– QS. Al Ma’un, ayat 1-3

Berikan Anak Yatim Rasa Nyaman Dan Pendidikan Yang Layak

2. Diurus dalam keseharian

Selain isi Alquran, hak-hak anak yatim piatu juga ternyata sudah dijelaskan di dalam hadist. Salah satunya tercantum dalam hadist, Nabi Muhammad SAW yang menerangkan tentang keutamaan mengurus seorang anak yatim piatu.

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,”

Beliau sambil mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau, serta agak merenggangkan keduanya.

Hal tersebut menggambarkan kepada kita semua, bahwa kedudukan orang yang memelihara dan menyantuni anak yatim sangatlah luar biasa di surga.

 

Bantu Berikan Makanan dan Minuman Yang Begizi Untuk Anak Yatim

3. Mendapatkan kecukupan segala kebutuhan

Dari Ibnu Abbas r.a. bahwa Nabi saw bersabda:

“Barang siapa yang memberi makan dan minum individu seorang anak yatim piatu diantara kaum muslimin, maka Allah akan memasukkannya kedalam surga, kecuali dia melakukan satu dosa yang tidak diampuni,”

Dari dalil tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa betapa besar pahalanya seseorang yang menyayangi, menyantuni dan menafkahi anak yatim selama hidupnya.

Berikan Kasih Sayang Kepada Anak Yatim

4. Diberi kasih sayang

Tak hanya menafkahi lahiriahnya, sebagai sesama muslim kita juga harus memberikan kasih sayang kepada anak yatim.

Hal tersebut juga sudah dijelaskan ke dalan hadis riwayat Abu Hurairoh r.a. Hadis tersebut menjelaskan bahwa saat itu ada laki-laki yang mengadu kepada Nabi SAW akan hatinya yang keras, lalu Nabi berkata:

“Usaplah kepala seorang anak yatim piatu dan berilah makan orang miskin. Barangsiapa yang mengusap kepala seorang anak yatim piatu laki-laki atau perempuan karena Allah, adalah baginya setiap rambut yang diusap dengan tangannya itu terdapat banyak kebaikan, dan barang siapa berbuat baik kepada seorang anak yatim piatu perempuan atau laki-laki yang dia asuh, adalah aku bersama dia di surga seperti ini,”

 

Berikan Tempat Tinggal, Pakaian, Makanan Dan Pendidikan Yang Baik Untuk Anak Yatim

5. Mendapat perlindungan

Hak anak yatim selanjutnya adalah mendapatkan kehidupan yang layak meliputi sandang, pangan, papan, dan pendidikan. Dalam surah Al-Insan Ayat 8, Allah menegaskan pentingnya memberi makan kepada seorang anak yatim piatu.

Demikian juga, perintah untuk melindungi mereka seperti tersurat dalam surah Ad-Dhuha Ayat 6.

“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu,”

– Ad-Dhuha Ayat 6

Nah, itulah definisi anak yatim menurut Islam beserta hak-haknya.

Semoga bermanfaat!

Cara Berikan Santunan Kepada Anak Yatim

Banyak sekali cara yang bisa kita lakukan untuk menyantuni anak yatim, contohnya dengan sedekah dan zakat. Sedekah dapat dilakukan dengan mudah salah satunya lewat panti asuhan.

Selanjutnya panti asuhan akan membagikan sedekah yang diterima dengan adil dan merata kepada para anak yatim. Sedekah untuk anak yatim memberikan hikmah pahala yang terus mengalir, harta yang berkah, menjauhkan diri dari api neraka, serta dapat menyejukkan hati.

Zakat Untuk Anak Yatim

Selain dengan sedekah, menyantuni anak yatim dapat dilakukan lewat zakat. Anak yatim memenuhi syarat dan kriteria sebagai penerima zakat yaitu fakir dan miskin.

Menurut Imam Ibn Utsaimin dalam Majmu’ Fatawa, anak yatim yang miskin berhak menerima zakat. Salah satu lembaga yang megatur zakat untuk anak yatim adalah Pondok Yatim dan Dhuafa.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp

6 komentar untuk “Definisi Anak Yatim Menurut Islam”

  1. terima kasih kepada pondok yatim & dhu`afa yg sdh memberikan tempat yg layak bagi anak2 yatim dan juga pendidikan sebagai bekal mereka di masa depan… 👍👍👍

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: