Serba Serbi Mengenai Zakat Part 1 - Pondok Yatim & Dhuafa
Home » Blog » Serba Serbi Mengenai Zakat Part 1

Serba Serbi Mengenai Zakat Part 1

1. Pengertian Zakat

     Menurut bahasa, kata  زكاة atau zakah atau yang lebih populer menyebutnya “zakat” mengandung beberapa makna, di antaranya berkembang, berkah, banyaknya kebaikan, menyucikan dan memuji. Sedangkan dalam istilah fiqih, zakat memiliki arti sejumlah harta tertentu yang diambil dari harta tertentu dan wajib diserahkan kepada golongan tertentu (mustahiqqin).   

Dalam Al-Quran dan hadis disebutkan,

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah”.

(QS. al-Baqarah[2]: 276)

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka”

 (QS. at-Taubah[9]: 103)

Rasulullah SAW bersabda :

“Sedekah tidak akan mengurangi harta”. (HR. Tirmizi).

Menurut istilah, dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan pengertian zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta yang tertentu, menurut sifat-sifat tertentu, dan untuk diberikan kepada golongan tertentu.

     Perbedaan sedekah dengan zakat ialah, sedekah tidak dibatasi atau tidak terikat dan tidak memiliki batasan-batasan tertentu. Sedekah, selain bisa dalam bentuk harta, dapat juga berupa sumbangan tenaga atau pemikiran, dan bahkan sekadar senyuman.

2. Hukum Zakat

     Zakat merupakan salah satu dari rukun islam dan merupakan salah satu pasak terpenting bagi umat islam. Oleh karenanya Hukum Mengeluarkan Zakat ialah wajib bagi umat muslim yang telah memenuhi syarat wajib zakat.

Allah SWT ber firman:

“(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya akhirat” 

(Q.S Luqman[31]:4),

juga pada ayat yang lain menyebutkan :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

(Q.S. At-Taubah[9]:103)

     Rasulullah saw bersabda, “Islam dibangun di atas lima perkara: bersaksi bahwa tidak ada tuhan kecuali Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya; mendirikan salat; melaksanakan puasa (di bulan Ramadan); menunaikan zakat; dan berhaji ke Baitullah (bagi yang mampu)” (HR. Muslim).

3. Jenis Zakat

1. Zakat fitrah

     Sedekah wajib berupa makanan pokok (beras, gandum, jagung, singking, dan lain-lain) yang harus di berikan pada bulan Ramadhan (malam sebelum satu Syawal sampai sebelum dimulai salat Idulfitri).

2. Zakat Maal (Harta)

     Harta yang wajib dikeluarkan seorang muslim sesuai dengan nishab(batas terendah yang telah ditetapkan untuk mengeluarkan zakat) dan haulnya (Harta wajib dizakati setelah selama 1 tahun disimpan). Waktu pengeluaran zakat jenis ini tidak dibatasi jadi bisa dikeluarkan sepanjang tahun ketika syarat zakat terpenuhi. 

4 Syarat Zakat

a. Muslim

b. Balig

c. Berakal

d. Memeiliki harta sendiridan telah mencapai nisabnya

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top
%d blogger menyukai ini: